A. Biodata Anak
Nama :
Tmp. Tgl Lahir :
Usia :
Agama :
Sekolah :
Kelas :
Berat badan :
Alamat :
Biodata Orang Tua
Nama Ibu :
Tmp. Tgl Lahir :
Agama :
Pekerjaan :
Nama Ayah :
Temp. Tgl Lahir :
Pekerjaan :
B. Hasil Asesmen Reading Comprehension
1. Asesmen Langsung
(Terlampir) Berisi soal-soal yang dikerjakan oleh anak
2. Asesmen Tidak Langsung
Wawancara dengan orang tua
Wawancara informal dengan anak
Hasil belajar anak (Raport, hasil ulangan dan latihan)
Analisis Kurikulum
Kesulitan Belajar Anak
3. Kelebihan anak
4. Kekurangan anak
C. Rencana Program Pembelajaran
A. Materi Pokok
1. Kefasihan dalam Membaca
2. Memahami Isi Bacaan
3. Dapat menjawab pertanyaan sesuai dengan teks
B. Tujuan
1. Anak mampu membaca dengan lancar tanpa mengejanya
2. Anak dapat memahami isi bacaan
3. Anak mampu menghubungkan pertanyaan dengan bacaan
4. Anak dapat mengambil informasi-informasi dari bacaan
5. Anak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan baik yang berada di dalam teks maupun yang berada di luar teks
6. Anak mampu menganalisa soal-soal yang membuthkan ketekunan dalam membaca tidak asal tebak
Strategi
Strategi belajar untuk Kefasihan Membaca
1. Membaca nyaring
Kegiatan Belajar
o Guru menyiapkan bahan bacaan untuk anak baik naratif atau yang lain.
o Minta anak untuk membacanya dengan nyaring
o Kemudian minta anak untuk membacanya dengan penekanan/Intonasi
2. Mengulang bacaan
Kegiatan Belajar
o Guru memilih cerita pendek yang akan dibaca untuk anak
o Minta anak untuk membaca cerita tersebut
o Kemudian memintanya untuk membaca 2 atau 3 kali lagi
Strategi untuk Membaca Pemahaman
1. Questioning and Answering Strategy
Kegiatan Belajar
o Guru menyiapkan bacaan untuk anak
o Kemudian minta anak untuk membacanya
o Minta anak untuk mengulang baca 2 sampai 3 kali
o Setelah anak selesai membaca
o Berikan pertanyaan kepada anak baik secara lisan ataupun tulisan
o Kemudian setelah anak mampu menjawab pertanyaan tersebut
o Sekarang guru membuat jawaban namun tidak ada pertanyaannya
o Minta anak untuk membuat pertanyaannya
2. Story Mapping and Retelling strategy
Kegiatan Belajar
o Guru sudah memilih cerita yang pas untuk anak
o Untuk strategi ini memang sebaiknya pemilihan bacaan bersifat naratif
karena akan membuat anak semakin antusias untuk mengetahui lebih lanjut
o Libatkan anak untuk menjadi actor dalam cerita tersebut
o Buat anak mendalami peran yang ia mainkan
o Buat seolah cerita tersebut memang nyata
o Setelah cerita selesai
o Beri pertanyaan kepada anak
o Kemudian minta anak untuk menjawab pertanyaan tersebut dengan lisan kemudian disalin ke dalam buku catatan mereka.
3. Self-Questioning Strategy
Kegiatan Belajar
o Setelah anak membaca cerita
o Tanyakan kepada anak “Apakah kamu mengeti dengan cerita ini ?”
o Bila anak belum mengerti minta ia untuk mebacanya lagi dengan suara keras
o Kemudian tanyakan kembali “Apakah kamu sudah mengerti dengan cerita ini?”
o Setelah ia katakan mengerti
o Minta anak untuk menemukan ide dalam cerita tersebut dengan menggaris bawahi
o Minta ia untuk menarik kesimpulan dari cerita tersebut
o Perintahkan anak untuk menuliskan kesimpulannya
o Minta anak untuk memikirkan pertanyaan dari gagasan pokok tersebut
o Guru menilai pertanyaan yang dibuat oleh anak
o Sejauh apa pemahaman anak bisa dilihat dari kesimpulan yang ia tarik dan bagaimana ia mengolah informasi dari bacaan tersebut.
Media
A. Buku Cerita dan Buku Paket (pelajaran)
B. Alat-alat / benda-benda di lingkungan sekitar
Evaluasi
Contoh soal Evaluasi
Membaca nyaring dan menjawab pertanyaan
Tujuan : Anak dapat menyimak bacaan dan mengerti apa yang diceritakan dalam bacaan tersebut
Petunjuk: Bacalah soal cerita di bawah ini dengan keras lalu jawab pertanyaannya!
Pergi ke Sekolah
Seperti biasa setiap pagi nina pergi ke sekolah dengan naik sepeda. di
jalan ia bertemu dengan ratih yang sedang berjalan kaki. nina menawarkan
ratih untuk pergi bersama-sama dengan membonceng di sepeda nina. ratih
mengucapkan terima kasih kepada nina karena ratih dapat lebih cepat
sampai di sekolah.
Sesampainya di sekolah nina langsung masuk ke dalam kelas. ia kaget
melihat rani sedang menangis. nina mendekati rani dan menanyakan dengan
sopan mengapa rani menangis. rani diganggu badu. badu memang anak nakal.
nina menghibur rani agar berhenti menangis. Tidak terasa hari sudah
siang, saatnya nina pulang sekolah. tiba di rumah, nina melihat ibu
sedang menyiapkan makan siang. setelah berganti baju, nina pergi ke
dapur. nina membantu ibu mempersiapkan makan siang.
1. Bersama siapa nina pergi ke sekolah ?
2. Siapa yang ditemui Nina di jalan ?
3. apa yang dilakukan nina melihat ratih berjalan kaki?
4. bagaimana sikap ratih kepada nina?
5. Apa yang dilakukan Rani di kelas ?
6. Mengapa Rani menangis ?
7. Apa yang dilakukan Nina ketika melihat Rani menangis ?
8. Mengapa Badu mengganggu Rani ?
9. Bagaimana cara nina untuk membuat rani berhenti menangis?
10. Apa yang dilakukan nina sepulang sekolah?
contoh soal asesmen..
Reading Comprehension (Literal dan Interpretative)
Kakak Tua Pintar
Suatu hari Badrun pergi ke pasar hewan untuk membeli burung kaka tua. Ia
melihat seekor kakak tua yang kakinya diikat dengan senar. Kaki sebelah
kiri dengan senar putih, dan sebelahnya lagi dengan senar warna hitam.
Karena tertarik ingin membeli, ia bertanya tentang fungsi senar itu.
“Wah, kamu beruntung sekali. Ini bukan sembarang kakak tua. Ini kakak
tua yang terlatih”, Kata penjualnya. “Oh, ya?” Badrun nggak percaya.
“Sumprit! Jika tertarik yang hitam, ia akan berbicara bahasa Inggris.
Terus kalau kamu tarik yang putih, ia akan berbicara bahasa Indonesia”,
ujarnya meyakinkan. “Terus, kalau saya tarik keduanya?” Tanya Badrun.
“Aku akan jatuh, bodoh!” teriak sang kakak tua dengan lantang.
Pertanyaan :
1. Apa judul bacaan di atas ?
2. Siapa saja tokoh dalam cerita tersebut ?
3. Dimanakah Badrun membeli burung kakak tua ?
4. Menurut kamu bagaimana watak tokoh Badrun dalam cerita di atas ?
Legenda Dayohan dan Intingan
Cerita ini adalah kisah tentang dua orang kakak beradik. Kakaknya
bernama Dayohan dan adiknya Intingan. Mereka bertempat tinggal di
gunung. Dayohan si Kakak tetap berada di sekitar ladangnya, sedangkan
Intingan gemar menjelajah lembah-lembah di ujung sungai. Hal ini
dilakukan apabila musim tuai telah rampung dan padi sudah dirimpung
(dimauskkan ke dalam lumbung). Pada suatu hari Intingan minta izin
kepada kakaknya untuk berpergian agak jauh dan agak lama. Dengan membawa
sebilah Mandau (parang Dayak) di pinggang dan sebuah Butah (Keranjang
rotan yang di bawa di punggung) yang terpanggul di punggung berisikan
beberapa ruas remang, berangkatlah ia menyusuri sungai dan lembah menuju
ke daratan rendah. Setelah berjalan berhari-hari dan berminggu-minggu
lamanya, sampailah ia di muara sebuah sungai. Di sana dijumpainya banyak
orang berpakaian bagus, tidak seperti dia yang hanya mengenakan cawat
dari kulit kayu. Orang di sana menanam padai di sawah, seperti mereka di
gunung. Mereka bahuma (berladang) sehingga mereka harus selalu
berpindah-pindah tempat untuk bertanam.
Intingan lama berdiam di muara itu. Lambat laun ia meninggalkan adat
lamanya dan beristrikan pula seorang wanita dari daerahnya yang baru
itu. Bersama anak-istrinya, ia tidak lagi tinggal dibalai (rumah
panjang), melainkan di rumah sendiri. Intingan seorang yang rajin
berternak babi, ayam, dan itik di dalam kandang. Lama kelamaan Intingan
teringat juga kepada kakaknya dan menceritakan betapa senangnya dan
ramainya hidup di muara. Namun karena sifatnya tidak sesuai dengan
kehidupannya yang baru. Ia pun tidak betah dan memutuskan untuk kembali
ke gunung. Hewan peliharaan yang dibawanya dari kerbau, setibanya di
rumahnya di gunung segera dilepaskannya, tidak dimasukkan ke dalam
kandang. Dari semua binatang peliharaan itu, hanya ayam yang tetap gemar
hidup di sekitar rumah tuannya. Itik, sapi, dan kerbau mati semuanya.
Hanya babi sajalah yang dapat berkembang biak di dalam hutan menjadi
babi hutan.
Dayohan inilah yang kemudian menurunkan “Orang Bukit” di daerah
pegunungan Meratus. Jika mereka hendak mengadakan kenduri, mereka
terpaksa harus terlebih dahulu berburu babi hutan. Sebaliknya Intingan
menurunkan orang-orang yang mendiami dataran rendah dan disebut “Orang
Dagang”. Oleh karena kedua suku bangsa ini keturunan dua saudara
kandung, orang bukit memanggil “Orang Dagang” dengan sebutan dangsanak,
yang berarti “Saudara Kandung”. (Dikutip daro Cerita Rakyat dari
Kalimantan oleh James Danandja)
Pertanyaan : (Critical dan Word in context)
1. Sebutkan tokoh-tokoh dalam cerita tersebut ?
2. Pelajaran apakah yang bisa dipetik dari cerita di atas ?
3. Bagaimana sikap Intingan terhadap Dayohan ?
4. Menurut pendapatmu apakah Intingan sukses dalam berternak?
5. Apakah arti kata rajin dalam bacaan di atas?
Ditulis oleh: Yanti
Casino City by Bus - MapyRO
ReplyDeleteFind 과천 출장샵 and compare casino city bus stops and other travel sites located 군포 출장샵 near Casino City by 광양 출장샵 Bus in Las Vegas. See reviews, photos and directions.Bus 여주 출장안마 Description:The 의정부 출장안마 Casino Hotel:Avenue.